Sejarah Transylvania, Kota Dracula

Wilayah Eropa timur yg bersejarah, sekarang pada Rumania. selesainya membuat bagian berasal Hongaria pada abad ke-11–16, itu adalah kerajaan otonom di dalam Kekaisaran Ottoman (abad ke-16–17) dan lalu sekali lagi menjadi bagian berasal Hongaria di akhir abad ke-17. Itu dimasukkan ke Rumania di paruh pertama abad ke-20.


Wilayah tersebut, yg namanya pertama kali ada dalam dokumen tertulis pada abad ke-12, meliputi wilayah yang dibatasi sang Pegunungan Slot Gacor Carpathian pada utara dan timur, Pegunungan Alpen Transylvania di selatan, dan Pegunungan Bihor di barat. daerah tetangga Maramureș, Crișana, serta Banat juga, kadang-kadang, diklaim sebagai bagian berasal Transylvania.

Sejarah Transylvania, Kota Dracula


Selain warisan Hongaria serta Rumania, Transylvania Experiencereign mempertahankan jejak tradisi budaya Saxon (Jerman) yang asal berasal kedatangan populasi penutur bahasa Jerman pada Abad Pertengahan. Tujuh desa bersejarah Saxon yang memiliki gereja berbenteng abad pertengahan yang terpelihara menggunakan baik Biertan, Câlnic, Dârjiu, Prejmer, Saschiz, Valea Viilor, serta Viscri tertulis dalam daftar situs Warisan dunia UNESCO antara 1993 dan 1999. sentra bersejarah Sighișoara, juga sebuah pemukiman Saxon, ditulis di tahun 1999 juga.


Selesainya menghasilkan inti berasal kerajaan Dacia (Getik) (berkembang abad ke-1 SM–abad ke-1 M) dan provinsi Romawi Dacia (sehabis 106 M), Transilvania diserbu sang suku-suku tidak beradab selesainya legiun Romawi mundur lebih kurang 270 M. . sehabis itu penduduk Dacia yang diromanisasi pindah ke pegunungan dan melestarikan budaya mereka atau bermigrasi ke selatan. daerah itu lalu dihuni balik oleh orang-orang daftar slot gacor asal tanah Romawi di selatan Sungai Danube atau berasal Balkan.


Bangsa Magyar (Hongaria) menaklukkan daerah itu di akhir abad ke-9 serta dengan kuat menguasai daerah itu pada tahun 1003 waktu raja mereka Stephen I, menurut legenda, mengalahkan pangeran asli Gyula. Administrasi dikonsolidasikan sang pemukiman, mungkin menjadi penjaga perbatasan, dari Székely (Szekler, orang yang mirip dengan Magyar) serta Saxon (Jerman). Magyar mendorong perkembangan politik serta ekonomi wilayah tersebut.


Meskipun gangguan yang disebabkan oleh invasi Mongol tahun 1241, Transylvania (ad interim permanen menjadi bagian dari kerajaan Hongaria) berkembang selama abad-abad berikutnya menjadi unit otonom yg spesial , dengan voivode (gubernur) spesifik, kepemimpinannya yg bersatu, meskipun heterogen (turun berasal Szekler, Saxon, serta kolonis Magyar), dan konstitusinya sendiri.


Waktu Turki secara meyakinkan mengalahkan Hongaria pada Pertempuran Mohács (1526), ​​Transylvania secara efektif sebagai merdeka. Voivodenya John (János Zápolya), yg terpilih menjadi raja Hongaria (November 1526), ​​melibatkan Transylvania dalam perang 12 tahun melawan Ferdinand I, penuntut Habsburg atas takhta Hongaria. setelah itu Hongaria dibagi antara Habsburg dan Turki, serta Transylvania diubah sebagai kerajaan otonom yg tunduk pada kekuasaan Turki (1566).